Selasa, 19 September 2017

Imunisasi MR

Tak terasa sudah hampir 2 tahun aku tidak menulis.Tangan kaku pikiran juga mampet ga punya ide...hehe

Bulan agustus - september 2017 ini pemerintah memberikan imunisasi MR. Apa sih MR itu???
Vaksin MR adalah kombinasi vaksin Campak atau Measles (M) dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap penyakit Campak dan Rubella.
Vaksin ini telah mendapat rekomendasi dari WHO dan izin edar dari Badan POM. Vaksin MR efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella.Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.
Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama kampanye imunisasi MR. Selanjutnya, imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan imunisasi Campak. Orang dewasa dapat pula diberikan vaksin ini, terutama sebelum hamil. Hanya saja, program nasional vaksin MR hanya untuk anak yang dilaksanakan oleh pemerintah ini gratis. Sehingga jika usia anda diatas 15 tahun harus dengan biaya sendiri.
Seperti yang pernah saya ceritakan setahun yang lalu tentang virus TORCH yang menyerang ibu hamil dan berakibat fatal pada bayinya, dengan demikian untuk remaja atau calon ibu maupun bapak perlu pemberian vaksin MR ini, sebab vaksin MR inilah yang dapat mencegah penularan virus TORCH. Memang agak mahal untuk imunisasi MR dengan biaya sendiri tapi biaya yang dikeluarkan tak kan sebanding bila dibandingkan dengan buah hati yang sehat n sempurna. Saya sangat mendukung terobosan baru pemerintah yang berusaha mengantisipasi penyebaran virus TORCH ini sejak dini karena akan sangat berpengaruh pada kualitas penerus bangsa di masa depan.
(Catatan bunda spesial)

Rabu, 20 Januari 2016

Pentingnya skrining TORCH untuk calon ibu

Setiap wanita pasti ingin jadi ibu, seorang ibu pasti mengharapkan kesempurnaan pada anaknya,iya kan? Untuk itu kita harus mempersiapkan semuanya dari awal,rajin minum susu,vitamin n olah raga. Selain itu ada hal yang lebih penting yaitu skrining TORCH.
Apa sih skrining TORCH itu? TORCH adalah kepanjangan dari toxoplasma, rubella,cytomegalophirus, dan herpes simplex. Virus ini berasal dari parasit yang ditularkan dari hewan yang bertubuh panas kepada manusia, selain itu untuk kasus rubella (campak jerman) dapat ditularkan jika berdekatan dengan penderita campak.
Ibu hamil yang terinfeksi TORCH beresiko tinggi menularkan virus tersebut pada janinnya yang dapat menyebabkan cacat bawaan. Kecacatan janin yang dapat ditimbulkan antara lain kelainan saraf, mata, paru-paru, jantung, hydrocepalus, kelainan pada otak, telinga,dan lainnya.
Betapa pentingnya tes darah atau skrining ibu hamil untuk mengetahui apakah ibu hamil terinfeksi virus atau tidak.
Skrining penting dilakukan saat merencanakan kehamilan dan saat trimester pertama kehamilan, sebab jika diketahui terkena virus maka dapat segera mendapat pengobatan untuk melemahkan virus. Sehingga dapat mengurangi penularan virus pada janin.Tes yang dilakukan adalah tes IgM dan IgG. Sehingga dapat meminimalisir kecacatan bawaan pada janin/ bayi.
Untuk lebih jelas,silahkan konsultasi ke dokter kandungan.
" Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Ayo kita gerakkan pentingnya skrining TORCH bagi calon ibu n ibu hamil!!!!"

Kenali ciri-ciri PJB sedini mungkin...

Bukan bermaksud menggurui atau sok tau karena aku bukan tenaga kesehatan atau ahlinya...aku disini hanya ingin berbagi pengalaman untuk ibu2 lain yang mungkin kurang pengetahuan akan gejala penyakit Jantung.
Penyakit jantung tidak hanya menyerang orang dewasa tapi juga dapat menyerang bayi dari lahir bahkan dari kandungan,dalam kedokteran disebut PJB. PJB singkatan dari Penyakit Jantung Bawaan (cardiovascular). Ada beberapa macam jenis PJB ada PDA, VSD, TF, n PS ( maaf kepanjangannya lupa...hehe). Tiap jenis PJB memiliki pengaruh n ciri ciri yang berbeda pada tiap anak.
Untuk itu, aku akan bercerita dari pengalaman yang dialami anakku n pasien lain yang aku temui selama perawatan.
Anakku lahir dengan persalinan normal, langsung nangis dan tidak ada ciri- ciri kelainan. dia divonis kena PJB dari lahir, aku tahu saat usia anakku 2 bulan. Waktu itu, gejala yang terlihat dari anakku adalah
1. Susah nenen atau netek, lebih suka pakai dot.
2. saat nenen, tidak bertahan lama.
Anakku hanya bertahan nenen tidak lebih dari 5 menit,berhenti bentar terus nenen lagi.
3. nafas tersengal2 saat nenen.
Hal itu karena saat nenen dia harus mengatur pernafasan, padahal untuk anak PJB asupan oksigen sangat kurang karena darah bersih kaya oksigen bercampur dengan darah kotor.
4. Berat badan susah naik atau di bawah Kenaikan Berat Badan Minimal (KBBM).
Tidak semua anak PJB mengalami kesulitan menaikkan berat badan,ada juga yang gemuk,tapi ada juga yang awalnya gemuk terus mengalami penurunan berat badan yang drastis.
5. Perkembangan psikomotor n motorik lambat.
Energi yang ada lebih banyak untuk mengatur jantung,sehingga energi untuk perkembangan psikomotor n motoriknya kurang.
6. Lemah dan cepat lelah saat beraktifitas.
   Itu gejala yang anakku alami,tapi selain ciri-ciri itu ada ciri lain yang
dialami anak2 lainnya yaitu
1. Waktu lahir tidak langsung nangis.
2. Bibir, kuku dan badan biru, walaupun cuma saat nangis atau bahkan dalam keseharian.
3. Kuku terlihat berbeda bentuknya dari anak normal.

Memang tidak semua bayi atau anak yang memiliki gejala2 seperti itu langsung di vonis terkena PJB,ada serangkaian tes ( darah, EKG,ECHO, dan rongsen ) yang harus dijalani untuk memastikannya, tapi sebagai ibu kita harus selalu waspada n memeriksakan ke ahlinya bukan???
Anakku di diagnosa terkena PJB jenis PDA dan PS moderate ( klo dijelasin panjang x lebar...hehe).
Mengenali gejala lebih cepat akan mengurangi resiko pada bayi n mendapatkan penanganan lebih cepat serta maksimal. Karena penanganan yang terlambat berakibat fatal.
PJB memang penyakit yang berbahaya tapi bukan berarti tidak bisa disembuhkan,,apalagi sekarang biaya penanganan PJB ditanggung BPJS ( bukan promosi lho..).
Alhamdulillah, anakku sekarang sudah sehat, setelah mendapat penanganan dari RS.Jantung harapan kita,sekarang usianya 2 tahun 7 bulan, sehat terus ya sayang...aamiin

Jumat, 15 Januari 2016

Ujian yang sangat berat...

Alhamdulillah jantung dede el sudah sehat, dede mulai aktif n bisa berjalan.
Sebelum operasi perkembangan psikomotor n motorik dede lambat. Usia 1,5 th belum jalan n belum ngomong. Pasca operasi, perkembangan motorik dede mulai berkembang, dede merangkak n usia 23 bulan dede jalan. Tapi masih belum ngomong apapun, kami mengira itu pengaruh dari operasi yang dijalani dede.
Tepatnya agustus kemarin, bersamaan echo jantung dede,kami periksakan dede ke THT. Berharap kami tau penyebab dede belum bicara, dr.fahmi hanya memberi kami rujukan ke semarang untuk menjalani serangkaian tes untuk mengetahui penyebabnya. Namanya tes Bera n OAE (klo ga salah...)
Awal november kami baru ke semarang, ke rs.dr kariadi, untuk menjalani tes bera n OAE. Kenapa sampai 2 bulan baru kvsemarang? biasa alasan klasik,kami harus ngumpulin biayanya..untuk pns seperti kami, menabung adalah hal sulit karena gaji kami pas2an. Fokus ke tes bera n OAE, pra tes dede harus tidur malam lebih cepat n bangun jam 5 pagi, setelah itu tidak boleh tidur sampai saat tes.Soalnya saat tes dede harus benar-benar terlelap. Karena tes bera hanya bisa dilakukan saat benar- benar tidur lelap. Oya puasa juga, 2-3 jam sebelumnya. Waktu itu dede dapat jadwal jam 10 pagi. Tes bera itu mengukur kemampuan saraf telinga dalam menangkap suara, satuannya desibel (db) dari 10 - 120 db. Semakin tinggi hasilnya berarti kemampuan mendengarnya semakin kecil.
Kami menunggu hasil tes, n dr.pujo datang karena yang melakukan tes bera adalah asostennya. Sekitar jam 1 siang dr.pujo datang, kami diminta masuk keruangannya, dr.pujo menjelaskan hasil tes bera dede el 100 db kanan kiri, artinya dede el ga bisa mendengar suara-suara yang ada (profound). Sebagai seorang ibu hancur rasanya hatiku,tak bisa ku bayangkan gimana masa depanmu nanti. dr.pujo menyarankan dede memakai alat bantu dengar, kalau ada biaya pasang implan koklea (CI) tapi biayanya sangat mahal yaitu ratusan juta untuk nenggantikan rumah siput agar dpat mendengar mendekati normal. Selain itu, dr.pujo memberikan nasehat agar aku melakukan skrining TORCH sebelum memutuskan hamil lagi, karena kemungkinan aku kena virus rubela saat hamil. Dia berpesan Dede harus rajin ikut terapi wicara,agar dapat berkomunikasi dengan orang lain n bersekolah di sekolah khusus.
Ya Allah, cobaanMu begitu berat,kuatkan aku n suamiku untuk dede el..n mudahkanlah segala urusan kami...aamiin.
Dede el-ku adalah anak yang istimewa n perlu perlakuan istimewa dari orang- orang disekitarnya...
Sebagai ibu ku jalani hariku bersama dede el dengan ceria, ku ajak bermain seperti anak lain, ku ajak dede ke sekolah, ikut paud n rajin terapi wicara.
Anakku berkebutuhan khusus ( tuna rungu ), bunda yakin pazti ada jalan lain untukmu de.. Semoga Allah melimpahkan rizkinya sehingga bunda dapat memberimu CI..aamiin.
Yang bunda khawatirkan, bagaimana cara bunda n ayah mengajarimu membaca qur'an n bacaan sholat...semoga Allah menunjukkan mukjizatNya...aamiin.

Awal Ujian sebagai bunda 2

Keluar dari ruang cat, ku lihat dede el tak berdaya karena bius. Ada bekas sayatan di paha sebelah kanan tapi tertutup oleh kasa.
"Ingin rasanya menggantikan tempatmu bayi kecilku." bisikku dalam hati.
Mencoba selalu tegar n kuat,hanya untukmu de. Bunda akan lakukan apapun untukmu, agar dede bisa sehat n seperti anak2 yang lain.
Aku n suami menunggu di ruang pasca cat hingga dede el sadar,baru di pindahkan ke ruang rawat inap.
Ke esokannya kami di temui dr.vivi, dia mengatakan apa yang dr.radit temukan dalam jantung dede el, dia memberikan penjelasan tentang itu n mengatakan untuk mengobati dede el hanya bisa dilakukan dengan koreksi pada jantung atau operasi besar lewat dada. Tapi resikonya lebih besar dari cat. Jantungku berdegup ga karuan,pikiranku entah kemana,rasanya badan lemas.Saat melihat dede el,aku selalu berkata bahwa aku harus kuat.Tak ada pilihan lain, aku hanya bisa mengiyakan kata dr.vivi,demi kesembuhan dede el.
Jadwal koreksi ditentukan tanggal 25 juli 2014,tapi karena mendekati idul fitri jadwal di cancel n d ganti bulan januari 2015.
12 Januari 2015 dede el masuk ruang rawat pra operasi, entah kenapa badan dede el demam,jadwal di undur sampai demam turun n leukosit normal. Tanggal 18 januari 2015, fisik dede el siap di operasi. Keesokannya, jam setengah 2 pagi de el dibangunin buat makan, karena dari jam 3 pagi mulai puasa sampai jadwal operasi jam 1 siang.
Walaupun bangun tengah malam,tetap ja aktif,tingkah lucumu selalu membuat semangat baru buat bunda.
Jam 1 siang,aku mengantarnya hingga ruang operasi, ku peluk erat n ku tidurkan dia di tempat tidur operasi, dokter anestesi mulai membiusnya,n dede el tidur dalam pelukanku. Ya Allah,ibu mana yang tahan dengan keadaan itu.Aku keluar ruang operasi dengan sesengukan, ayah dede langsung memelukku erat.
Kami menunggu dede el di lobby sambil terus berdoa, semoga operasi berjalan lancar...aamiin. Pukul 5 sore kami di panggil satpam, dia mengatakan dede el sudah selesai operasi,kami diminta naik ke lantai 8 atau ruang ICU. Kami bergegas naik,ku dapati dede el tidur terlelap dalam biusnya,badannya penuh dengan kabel n selang,entah apa namanya,karena menurutku mirip selang air. Bayi kecilku sedang berjuang untuk bertahan hidup. Kami hanya di beri waktu 15 menit untuk menengoknya n begitu juga tiap harinya selama di ruang ICU. 3 hari dede di ICU,hari ke 4 dede dibawa keruang IW( klo ga salah c...). Cuma sehari semalam di IW,esoknya dipindahkan ke ruang rawat..dede berangsur2 membaik,betapa kuat perjuangan dede,bunda harus lebih kuat untukmu de. Di ruang rawat dede ga sendirian,banyak temennya sehingga semangatku makin kuat.
Alhamdulillah waktu pulang tiba, dr.vivi berpesan "Jangan sampai jatuh n jangan berenang sampai 1 tahun.
Tiap bulan harus cek up ke dokter jantung di daerah, nanti kalau 1 tahun cek kembali di sini."
Setiap bulan cek alhmdulillah hasil bagus,echo terakhir bulan agustus 2016 juga hasilnya bagus. Jadwal kontrol ke Jakarta akhir bulan Januari 2016. Sekarang usia anakku 2 tahun 7 bulan, sehat terus ya sayang...aamiin...

Kamis, 14 Januari 2016

Ujian awal sebagai bunda

Seminggu usia bayiku,entah kenapa nenennya susah sehingga terpaksa ku sambung dot...pikirku karena puting susunya masih terlalu besar untuknya...hingga 2 minggu akhirnya bayiku mau nenen langsung dari puting susu...entah kenapa aku merasa was2 saat itu,kenapa dedeku tidak cepat gemuk seperti bayi yang lain...
aku bertanya pada bidanku,"kok dede gak gemuk2 ya bu?"
"Ga pa2, mungkin ASInya kurang."jawabnya
"Klo bayi harus sering di susui biar cepet gemuk,2 jam sekali." tambahnya.
"Oh gitu,,aku juga udah sering neneni kok bu,tapi nenennya ga bisa lama,cuma bentar bentar."kataku
"O klo gitu lebih sering ja,bentar bentar tapi sering." katanya

Sejak itu ku coba lebih sering susui,malah kadang2 sampai gumoh,bahkan pernah sampai muntah.
Sebulan sudah usia bayiku,aku panggilnya dede el,berat badannya cuma naik 3 ons jadi 3,3 kg.Padahal untuk bayi 1 bulan seharusnya minimal 8 ons,mungkin aku harus tambah susu formula lebih sering juga.
Bulan kedua ditimbang juga cuma naik 4 ons,padahal udah sering ASI +susu formula. Berat dede el waktu itu cuma 3,7 ons, hatiku makin was2 n akhirnya kami cek up k dokter anak.
Seperti dunia hampir runtuh,saat aku n suami mendengar kalau dede el ada kelainan jantung.
Tak percaya dengan diagnosa dokter tersebut,kami coba k dokter yang lain,tapi hasilnya sama. Dede el divonis ada kelainan jantung bawaan dari lahir, n harus segera operasi jantung dengan biaya sekitar 100 jutaan. Hancur hatiku saat itu,bagaimana kami dapat mengumpulkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat, mbah dede el jg ikut bingung..
Dengan segala cara,pinjam sana sini akhirnya kami berangkat ke jakarta,tepatnya ke Rumah sakit jantung harapan kita.
Di RS jantung harkit,dede el menjalani serangkaian pemeriksaan dari EKG,ECHO,USG otak,dan tes darah. Dede di diagnosa PJB PDA, yang harus segera ditutup. Kata dr.vivi, dokter yang menangani dede el, dede el akan menjalani kateterisasi untuk menutup lubang PDA pada jantungnya. Dede el dapat jadwal bulan september 2013.
Pada tanggal yang dijadwalkan,dede el menjalani kateterisasi,aku n suamiku mengantar dede el hingga ruang Cat. Tangis tak terbendung, doa terus kami panjatkan di ruang tunggu. 3 jam kami menunggu, lebih 1 jam dari jadwal, akhirnya dr.radit yang menangani cat dede el memanggil kami,kami berharap kat sudah selesai n dede el baik2 saja.
Tapi Allah berkehendak lain,ternyata dr.radit tidak jadi menutup PDA dede el, dr.radit menemukan ada PJB lain dalam jantung dede el,yaitu PS moderate. Karena ada PSnya maka tidak bisa di tutup dengan kat.
"Ya Allah cobaan apalagi ini??" gumam dalam hatiku.
Ku lihat dari kaca, saat dede el berada di ruang cat,dengan banyak kabel yang ada di tubuhnya,badannya begitu mungil, hingga rasanya tak kuasa aku melihatnya...Aku dan suami hanya bisa pasrah, tak tau apa yang harus kami lakukan. Tapi,kami yakin Allah pazti punya rencana indah di balik ini... To be continue...

Anugerah terindah...

Sebagai seorang istri,memiliki seorang anak adalah suatu hal yang pazti didambakan,begitu juga denganku..
Untuk mrndapatkan buah hati pasti kita berusaha n berdoa..Hari yang ditunggu akhirnya datang,tespek menunjukkan dua garis merah,senang tapi juga was2 mau jd ibu...cek kandungan rutin tiap bulan,rajin minum vitamin n semangat menanti kelahiran bayi kecilku...saat yang dinanti tiba,hari itu kontraksi perutku terasa begitu nikmat,rasanya gak karuan ( ibu2 pasti tau gmn rsany...hehe). lahirlah seorang bayi laki-laki dari rahimku dengan persalinan normal ,berat 3 kg n panjang 46 cm pada tanggal 12 juni 2013 pukul 3.30 WIB.syukur alhamdulillah bunda n dede sehat.
Perjuangan Asi untuk bayi kecilku tak berjalan mulus,aku terpaksa menyambungnya dengan dot karena bayiku kesulitan nenen.mungkin karena putingnya terlalu besar n mulut bayiku masih mungil...tapi terus dicoba hingga akhirnya mau nenen...
Hari ke 10, my baby boy di beri nama Istadz tsaqib el afsyi..kami berharap kelak kau jadi anak yang soleh,berbakti pada orang tua,cerdas,jd pemimmpin yg amanah,n jdi guru terbaik buat keluarga serta sekitarmu...aamiin